Penulis: Jen | Editor: Marjeni Rokcalva
JAKARTA - Sumber air panas yang bercampur lumpur muncul di daerah Jorong Padang Baru, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (25/2/2022), pasca terjadinya gempa magnitudo 6,1.
Menurut pakar Gempa dari BMKG, Daryono, hal ini diduga akibat guncangan kuat Gempa Pasaman magnitudo 6,1.
"Hal ini telah menghasilkan rekahan hingga memunculkan air panas, karena umumnya lapisan air tanah atau akuifer panas bumi dapat muncul ke permukaan terbentuk pada rekahan batuan," katanya dalam akun halaman fecebook resminya.
Baca Juga
- Sekwan DPRD Sumbar: Tim Tenaga Ahli Telah Bekontribusi Baik Menunjang Kegiatan Kedewanan
- Ahli waris tiga tukang ojek Sawahlunto terima santunan BPJamsostek
- BLKK Ponpes Andalusia Siap Cetak Generasi Yang Ahli Dalam Berbagai Bahasa
- BPJAMSOSTEK Salurkan Santunan Kematian Kepada Ahli Waris Pekerja Rentan
- BPJAMSOSTEK bayarkan klaim Rp3,1 miliardi Sijunjung
Dilanjutkannya, apabila terlihat mendidih dan mengeluarkan uap, terasa panas dan mengeluarkan bau menyengat, lebih baik untuk tidak didekati apalagi dikonsumsi airnya, sambil menunggu tim ahli yang datang untuk meneliti kandungan airnya.
Panas bumi merupakan fenomena di mana panas dari dalam bumi memanaskan lapisan air di bawah permukaan tanah. Daerah dengan sistem panas bumi umumnya dapat dikenali dengan adanya mata air panas di wilayah tersebut.
Ada kemungkinan di area tersebut memang berada dekat jalur sesar aktif sehingga ada hot spring atau mata air panas. Saat terjadi gempa maka akan terganggu reservoirnya dan air panas tersebut keluar melalui zona lemah yang rekah akibat guncangan kuat gempa bumi.
Beberapa reservoir air panas memang umum ditemukan di area sesar aktif. Seperti daerah Pasaman ini, wajar jika terdapat mata air panas karena memang zona tektonik aktif dan terdapat jalur-jalur sesar.
(Jen)
Komentar